Mencoba berpura-pura bisa menulis tentang pura-pura dan saya berharap ada yang pura-pura membaca dan pura-pura menyimaknya seperti masa kecil saya di sekolah suka pura-pura mendengarkan saat guru menerangkan pelajaran lalu setelah selesai guru bertanya "faham anak-anak?" dan semua murid kompak menjawab "fahaaaam", dan kau berpura-puralah setuju dengan kata-kata saya sebab boleh jadi dengan berpura-pura setuju anda semua telah menyenangkan saya meski bisa jadi sayapun tengah berpura-pura senang. Pura-pura memang sesuatu yang terkadang menyenangkan tak jarang juga menyakitkan sebab bisa jadi pura-pura adalah bagian dari sebuah kebohongan, mengapa tulisan ini penuh dengan kata "boleh jadi dan bisa jadi" sebab saya sendiri tak pernah yakin bahwa hidup hanya kepura-puraan yang berarti juga kebohongan dan berhentilah pura-pura tidak tahu bahwa saya sedang pura-pura berbohong.
Saya menyukai kepura-puraan atau bisa jadi dan boleh jadi saya hanya pura-pura menyukainya sama sepertimu yang pura-pura percaya surga dan neraka itu ada sebab kau mulai ragu-ragu pada ajaran agamamu dan sebuah pertanyaan melintas di benakmu "benarkah tuhan menciptakan surga dan neraka agar manusia tak berpura-pura, penuh ketulusan dalam menjalankan perintahnya"? "apakah kerusuhan Sampang, Cikeusik dan di tempat lainya benar-benar masalah agama yang sama, bertuhan yang sama, nabi yang sama dan seabrek ajaran yang sama baiknya atau memang agama hanyalah kepura-puraan manusia yang teralienasi atau agama yang mengalienasi manusia dari kemanusiaanya"? Tentu semua orang tak akan mampu berpura-pura tak gelisah dengan kenyataan ini setidaknya ada tanya "mengapa bisa rusuh begitu". Pura-puralah sebelum pura-pura itu dilarang meski pada kenyataanya tak ada larangan berpura-pura, justru pura-pura itu menyenangkan maka beberapa wakil rakyat pura-pura studi banding soal logo palang merah ke luar negeri mungkin saja mereka mau mengganti logo yang sudah ada menjadi gambar pembalut sementara yang diwakilinya dihimbau agar berpura-pura kenyang dan rakyatpun diharuskan pura-pura bodoh, ini menyenangkan pemerintah. Menyenangkan bukan?.
-----------------------------------------
Galuh Timur
--Djenar Abunetti--
sitidjenar@ovi.com
Sent from my Nokia