Selamat Tinggal Baliho

Pagi terbangun dengan terburu mengajaku meninggalkan mimpi buruk tentang orang-orang menguruk sawah, mengeruk sungai disaksikan baliho dan kembang tebu. Aku harus kecewa pagi ini sebab udara malanggati tak segar lagi dan tebing-tebing ciregol kembali ambrol. Selamat tinggal baliho raih mimpimu sendiri, lenguh sapi kembali sunyi.

Dalam bus SINAR JAYA, Bumiayu - Jakarta.
--Djenar Abunetti--
Sent using a Sony Ericsson mobile phone

0 comments: