Lelahnya Senja

Senja datang tergopoh dan tak sempat mengucap salam, mungkin kelelahan setelah dua belas jam berjalan dalam kehausan. Ia duduk di teras menyeruput kopi mocca yang kusuguhkan dan binar matanya terlihat kembali. Dan kutanyakan padanya 'untuk apa berjalan sejauh ini'?


Kubiarkan senja berbaring di kamarnya menikmati malam sebelum esok pagi ia melepasnya dan kembali berjalan melewati panasnya hari. 'Berapa pagi yang kau lewati sendiri? ia bertanya sebelum pergi.


Menulis di rumah Tejo, foto di teras rumah sendiri, Galuh Timur.
--Djenar Abunetti--
Sent using a Sony Ericsson mobile phone

0 comments: