Awalnya

Awalnya aku ingin menghormatinya sebagai seorang ibu bagi tiga anak dan seorang istri dari seorang pria tapi ia menolak semua bentuk penghormatanku, selanjutnya aku memujinya sebagai seorang wanita dan ia menerimanya dengan senang hati, kembali aku mengingatkanya kembali ia menolaknya. entah apa yang diharapkan dan jadi seperti ini dan ketika aku ingin pergi ia sakit hati seolah aku pernah menanam janji.

*catatan seorang gigolo

Di rumah, Galuh timur.
--Djenar Abunetti--
Sent using a Sony Ericsson mobile phone