Terus terang saya tidak pernah peduli dengan Valentine day dan hari-hari semacamnya.[lha wong ulang tahun saja tidak pernah saya rayakan] tapi saya juga tidak bisa untuk tetap tidak peduli pada pendapat-pendapat dari mereka yang merayakan ataupun yang tidak merayakan.[maka lahirlah unek-unek semacam ini] saya heran dengan orang-orang yang saling adu argumentasi soal boleh atau tidak merayakan Valentine dan ini terjadi setiap tahun, setiap menjelang tanggal empat belas Februari.[betapa membosankan]
Jujur saja saya malas untuk melanjutkan tulisan ini karena jika tetap saya lanjutkan di khawatirkan saya ikut terbawa arus.[blog saya bukan blog agama, golongan apalagi partai] saya hanya ingin mereka yang merayakan ataupun yang tidak merayakan tetaplah saling menghargai, bukankah 'Valentine day' adalah hari kasih sayang? dan bukankah saling menghargai adalah satu bentuk dari sekian bentuk kasih sayang tanpa harus memberi kado coklat ataupun mawar.Yang harus ditolak di hari Valentine adalah konsumerismenya dan segala yang di larang agama masing-masing bukan ide membagi kasih sayangnya.
Dan semoga saja tahun-tahun yang akan datang Valentine di rayakan dengan saling memberi kado berisi gethuk atau tape bukan lagi coklat sehingga lebih terasa keIndonesiaanya.
Di rumah, Galuh timur.
--Djenar Abunetti--
Sent using a Sony Ericsson mobile phone