Angin melambaikan selendangnya mengajaknya menari di pelataran,di riuhnya pagi.
Hangat matahari keringkan luka,kokok ayam ramaikan kesepianya.
Masa lalu memang hanya setumpuk buku di rak yang tak terjamah jari yang makin lemah.di agungkan lalu di kucilkan kepikunan.
Lalu untuk apa kita di sini?
Kemana kita pergi?
Dan aku masih diam memikirkan dialog film semalam 'aku tak pernah tahu yang kulakukan benar atau salah,sebelum tuhan memberikan jawaban aku akan tetap menunggu'
Di rumah, Galuh timur.
--Djenar Abunetti--
Sent using a Sony Ericsson mobile phone