Senja itu.Ia tampak bingung di perempatan,usai gerimis tadi sore hanya menyisakan sederet bekas laju kendaran,sementara lampu-lampu mulai di nyalakan.ia semakin bingung menatap menara dan kabel-kabel terbentang memanjang membelah udara Jakarta dan sejumput tanya mengganggunya,bisakah manusia-manusia itu hidup tanpa menara dan kabel-kabel?
Iapun melangkahkan kakinya dengan rasa malas menembus keremangan kolong jembatan layang meninggalkan setumpuk koran bekas dan cicit tikus-tikus got menuju bangunan bertuliskan Senayan City yang penuh gemerlap,dan iapun bertanya pada dirinya sendiri,bisakah manusia-manusia itu hidup tanpa mall-mall dan supermarket?
--Djenar Abunetti--
Sent using a Sony Ericsson mobile phone