Maghrib,langit makin hitam:
Iapun buru-buru menuju tempat pemandian umum handuk kecil,sabun sirih
shampo anti ketombe,odol serta sabun anti kuman di tentengnya dalam ember anti pecah hadiah dari tukang bangunan,kekasih yang juga langganan. Hujanpun merestui ritualnya.
Selepas isya,hujan reda:
Ia bergegas menuju pangkalan demi redakan tangis sang bocah dan keluh warung sebelah.
tak ada pangeran kesepian,cucur keringat juga desah.
Shubuh,gerimis turun lagi: pupur meluntur,gontai pada rel kereta pasrahkan segala beban.
Desssh..!!
--Djenar--
Sent using a Sony Ericsson mobile phone

0 comments:
Posting Komentar