Akhir-akir ini dunia maya banyak memakan korban penggunanya setelah kasus ibu prita yang curhat via email beberapa waktu lalu kini giliran penulis hoax teh botol sosro di laporkan ke polisi,dan masih hangat dalam ingatan soal penghinaan oleh sesama pengguna facebook yang mengatakan gendut pada pengguna lainnya.dan mungkin semua kasus di atas hanyalah sedikit dari banyak kejadian yang menyangkut dunia maya atau yang kita kenal internet,terlepas dari unsur kesengajaan untuk merugikan pihak lain.
Internet di satu sisi membuat kita menjadi lebih mudah berkomunikasi,berinteraksi,berkreasi dan lain sebagainya.tapi di satu sisi ia adalah suatu bahaya yang dapat mengancam siapapun penggunanya.tergantung dari cara kita menggunakanya,kembali pada diri kita sendiri.Dari pelajaran yang yang saya dapat dari kasus-kasus di atas,menurut saya adalah dampak dari kebebasan berpendapat yang beberapa tahun lalu sangatlah tabu.dan kita ibarat lepas dari tali kekang dan berlari menuju padang bernama kebebasan.kalau dalam bahasa galuh timur namanya "congklang". mungkin juga bangkit dari kubur.dan patut kita ketahui di internetpun ada perundang-undangan seperti kita hidup di dunia nyata.dari penghinaan sampai pencurian yang hanya copast (copy paste) tetaplah ada sanksinya.
kembali ke soal hoax teh botol sosro sebenrnya penulis sudah meminta maaf melalui media blognya atau biasa di sebut klarifikasi dan berusaha menjelaskan kronologis hoax teh botol sosro dan mengakui bahwa ia memang menuliskanya tapi bukan untuk merugikan pihak tertentu. menurut penjelasan penulis tersebut yang langsung menuai berbagi reaksi,untuk lebih jelasnya silakan klik di sini
-----------------------------------------------------------
Jakarta, Radio Dalam
--Djenar Abunetti--