Waktu menunjukan jam 10 malam kurang 15 menit waktu indonseia bagian barat.saat kita sedang asik nonton acara tivi dan minum pepsi (mungkin).di sudut lain kota jakarta ini yang polusinya makin tinggi,ada sekelompok anak anak kecil yang mestinya sudah larut dalam hangatnya selimut dan belaian sang ibu yang lembut,justru harus "bekerja" di antara deru ratusan kendaraan.menanti belas kasihan dari para pengguna jalan.
Tangan-tangan mungil mereka tadahkan selesai menyanyikan lagu-lagu khas anak jalanan dengan suara yang di paksakan dan hampir habis karena bernyanyi seharian.dengan hasil yang jauh dari memuaskan mereka di paksa bertahan oleh keadaan.sungguh kasihan.
Aku cuma bisa merasa kasihan tanpa pernah bisa mengentaskan mereka dari jalanan.lalu siapa yang harus di salahkan? lalu siapa yang bertanggung jawab? di mana wujud "pernyataan" setiap anak jalanan di pelihara oleh negara?
Mungkin "pernyataan-pernyataan" tentang anak jalanan cuma sekedar hiburan dan bahan lelucon yang di lontarkan waktu selesai makan siang.mungkinkah mereka akan hilang hanya dengan mengandalkan satpol pp? di tangkapi dan di beri label PMKS (penyandang masalah kesejahteraan sosial)
Data yang ada di http://yanrehsos.depsos.go.id/index.php?option=com_content&task=view&id=217&Itemid=12 juga menunjukan mereka rentan terhadap kekerasan,terlibat narkoba,dan tindak kriminal lainya.
---------------------------------------------------
Jakarta, Radio Dalam
--Djenar Abunetti--