Sudah tiga minggu ini saya keasikan di blogspot ngutak atik widget ataupun gonta ganti tampilan.inilah salah satu kelebihan blogger atau blogspot yang bisa menerima berbagai macam script sementara di wordpress saya belum mampu keluar dari tampilan yang di sediakan.sampai sampai blog saya yang di sitidjenarterbengkalai hingga ranknya jeblok dari tiga menjadi nol.sebenernya rank tiga sudah cukup bagus untuk blogger macam saya yang tulisanya mirip gado-gado.padahal untuk meningkatkan rank saya butuh waktu lama dan ketekunan selain harus rajin blog walking juga harus rajin ngupdate blog secara teratur.rank memamg tak wajib di miliki tapi rank bisa membuat kita lebih bersemangat menulis.rank juga menjadi semacam ukuran seberapa banyak mesin pencari mengindeks tulisan kita.
bagi sebagian blogger rank menjadi penting di miliki untuk meyakinkan pemasang iklan bahwa blognya bagus,banyak pengunjung dan pemasang iklan akan berani membayar mahal pemilik blog.dari sinilah muncul berbagai tips untuk meraih rank tinggi yang banyak di tuliskan para bloger senior.jadi penting atau tidaknya sebuah rank tergantung dari kepentingan bloger itu sendiri.bukankah kita sudah terbiasa dengan sesuatu yang kita anggap penting karena ada kepentingan lain.
seperti halnya dalam politik ada ungkapan "tidak ada teman abadi ataupun musuh abadi yang ada hanya kepentingan abadi" demikian juga di dunia bloging "tidak ada rank abadi yang ada hanya kepentingan bloger abadi".politisi akan mencari "rank" setinggi mungkin untuk mencapai tujuan agar ia terpilih dengan kampanye-kampanye yang "menghibur" (menurut saya sama sih dengan hiburan) dan berusaha meyakinkan rakyat supaya rakyat memilihnya.di dunia bloging pun seperti itu seperti yang saya sudah saya jelaskan di atas.hanya saja ada sebagian bloger yang mengesampingkan soal rank tapi tetap asik menulis.di sinilah letak perbedaanya mengenai ketulusan seseorang,banyak bloger menuliskan info atau tips tanpa mengharapkan ketenaran,pujian apalagi uang.
kalau politisi??? cari sendiri jawabanya.
---------------------------------------
Jakarta, Radio Dalam
--Djenar Abunetti--