Soal Bahasa

Iseng-iseng baca blog sendiri dengan translate dengan pilihan bahasa yang udah ada di widget atau sidebar,hasilnya udah pasti gue ketawa-ketawa sendiri hahahha...lantaran bahasa yang di translate jadi bahsa yang gado-gado banget.itu di sebabkan penulisanya dengan gaya bahasa yang gue banget.alias semaunya...awalnya seh gue mau bikin blog yang pake bahasa indonesia yang baik dan benar biar kliatan kayak blogger profesional (sesuai kemampuan gue tentunya) biar widget translate yang udah gue sedian gak sia-sia.tapi lama-kelamaan ngblog jadi gak asik plus otak dalam batok kepala gue mesti bekerja extra keras milih bahasa yang tepat buat nulisin apa yang gue mau sampein ke pembaca.otomatis konsentrasi gue jadi terbelah antara milih bahasa ama apa yang mau di tulisin atau yang mau gue sampein.hasilnya malah ngblog jadi kaku padahal apa yang gue mau sampein juga gak penting-penting banget.lah wong cuma sekedar ikut-ikutan (slogan blog)...

penguasaan bahasa sangatlah penting apalagi bagi mereka yang suka nulis atau bikin artikel berita,tips,atau tema agama.bisa saja sih nulis berita atau tips dengan gaya seperti ini tapi mungkin porsinya mesti berbeda biar gak kliatan becanda mulu.belum lagi pada konstruksi tulisan atau struktur tulisan tuh kan udah mulai keder heheh.. mesti berurutan biar pembaca gak merasa di puter-puter waktu menyelami tulisan kita (emang aer di selami) jadi sebelom nulis tuh mesti kudu ngerti apa yang mau di tulis,kita bisa milih bikin tulisan dulu baru nentuin judul atau juga sebaliknya,asalkan sesuai antara judul ama tulisan.jadi jangan bikin tulisan tips soal njebol kartu kredit tapi di kasih judul tips bikin trasi udang.(lebay ah)
maksa banget sie yon..??? nah membaca adalah salah satu cara menambah pengayaan bahasa,tapi jangan asal baca.ada konten-konten atau bahan bacaan yang malah bikin bego gak percaya? nih liat di sini

nah sekarang ke soal penulisan...sedikit catatan gue soal penulisan berita waktu ngikutin pelatihan jurnalistik yang di adain koran bumiayu (maseh ada gak ya tuh korannya?? apa udah jadi toko kelontong ya kantornya??).penulisan berita itu mengenal ada 4 bentuk,yang pertama model atau bentuk piramida,yang kedua piramida terbalik,yang ketiga model ember dan yang terakhir model paralel.nah gue sekedar mencatat apa yang gue dapet biar gak ilang soale tuh catatan kalo di simpen masih berujud kertas yang cuma beberapa lembar takutnya ilang atau buat bungkus gorengan emak gue,kan sayang...
penjelsan dari model-model di atas tersebut kurang lebih begini,ini juga menurut pemahaman gue tentunya.pada skema pertama atau model piramida sistimatikanya menyajikan dari mulai data yang gak penting sampe data yang paling penting (nah ini kerjaanya bagian editing).sudah pasti pada skema yang kedua atau piramida terbalik cara penurunan beritanya juga kebalikanaya dari dari skema yang pertama.sementara pada bentuk ember (napa ember ya??) adalah hasil dari potongan dari bentuk piramida terbalik.demikian juga pada model paralel,sistimatika penyajian datanya gak jauh beda artinya semua data di anggap penting dan gak bisa di potong-potong satu sama lainya.

nah taukah apa model tulisan yang gue tulis sekarang??
-----------------------------------------------------
Jakarta, Radio Dalam

--Djenar Abunetti--