"Aku punya teman,teman sepermainan...di mana ada dia pasti ada aku'' sepenggal lagu milik ratu,mengingatkan saya pada seoarang teman yang jauh di sana.ia bukanlah TTM seperti yang ada dalam lagu itu karena dia seorang pria.dan saya tidak akan membicarakan TTM.ia adalah pria yang cerdas,kecerdasanya sudah terlihat semenjak ia duduk di bangku SD.setelah lulus ia masuk SMP favorit di bumiayu.sebenarnya ia juga bisa masuk di SMA favorit di kota yang sama seandainya ia mau.(kalau sekarang SMU kali ya?? hehehe).tapi entah kenapa ia tak meneruskanya padahal waktu itu ia sudah mendaftarkan diri dan bisa di terima.ia memlih merantau ke jakarta.
Yang saya selalu ingat sampai sekarang ketika waktu ia masih sekolah SMP di bumiayu saya sering titip minta di beliin TTS.buku media asah otak itu satu-satunya buku yang dapat saya beli dengan harga sekitar Rp.250,- itupun saya harus mengumpulkan uang jajan saya sendiri.selain itu saya juga sangat senang kalau main ke rumahnya,saya pasti akan mencari majalah yang ia pinjam, ia bawa atau mungkin ia beli dari sekolahnya (saya nggak tahu,yang jelas gak dapet nyuri) namanya majalah MOP.saya banyak belajar dari dirinya tentang apa saja,dan sampai sekarangpun saya masih suka minjam buku-buku kepunyaanya.(sudah bawaan kali ya jadi tukang pinjem).
sampai soal internet/komputerpun dia lebih dulu kenal,karena ia kerja di warnet,sampai saya terkagum-kagum.dia punya barang yang menurut saya pada waktu itu sangat ajaib,barang itu bernama flash disk yang ia selalu bawa.tapi....beberapa hari yang lalu teman saya yang cerdas ini tak bisa membuat account facebook (kasihan).karena awalnya ia menganggap hal-hal seperti itu semua tidaklah penting.semuanya memang tak wajib kita miliki atau kita membuatnya.
cerita di atas membuat saya jadi berfikir,cerdas saja tak cukup untuk bisa tahu sesuatu.kita harus punya minat terhadap sesuatu dan punya rasa ingin tahu yang tinggi.tak ada yang salah jika kita membuat sesuatu atau melakukan sesuatu yang tidak kita butuhkan.bermanfaat atau tidaknya sesuatu itu tergantung dari kita sendiri bagaimana kita mengolahnya.
---------------------------------
Jakarta, Radio Dalam
--Djenar Abunetti--