Tiket Surga

Cerita barusan neh..,senin siang seperti biasa di kantorku yang penuh aktivitas.masuklah dua orang pencari dana pembangunan sebuah masjid.entah apa yang ada di otaku waktu kedua orang itu menyerahkan secarik kertas dengan tulisan “INFAQ SODAQOH’ setelah saya memberikan selembar uang ribuan,aku nyeletuk “ini tiket ke surga ya pak??”
“bukan”
kata salah seorang dari mereka dengan muka bingung terus ngucapin terima kasih lalu pergi…saya nyengir aja.sementara orang sekantor langsung gerrr…!!!! gak lama kemudian masuk seorang perempuan usia setengah abad,dari jauh sudah saya tebak ini pasti sama kayak tadi.bener juga dugaanku.bedanya si ibu tidak memberikan secarik kertas yang ku anggap “tiket ke surga” terus aq menanyakanya “bu mana tiket ke surganya??" "kan aq udah bayar??” lagi-lagi orang sekantor jadi gerr…!!!

''wah jangan jangan ntar saya di turunin di tengah jalan bu kalo gak bawa
tiket……!!!

Cerita ini bukan semata-mata saya mau melecehkan pencari dana ataupun agama saya sendiri.hanya saja saya merasa perihatin dengan kondisi seperti ini.kenapa nyumbang seribu perak saja harus pake kuitansi??? berapa modalnya yang di keluarkan untuk membuat kuitansi tersebut? sementara hasilnya juga belum tentu menutup untuk biaya kebutuhan si pencari dana….alih-alih untuk membantu pembangunan masjid malah jadi cuma jadi dana untuk membuat tanda bukti.kan malah jadi mubazir,mubazir kertasnya,biayanya,terus malah jadi sampah tuh kuitansi.berapa kilo kertas yg di habiskan dalam sehari untuk membuat kuitansi tersebut? berapa dalam seminggu? sebulan? setahun?
lagian kadar keikhlasan seseorang kan gak harus di tandai dengan kuitansi.biar tuhan saja yang memberi kuitansi.
---------------------------------------
Radio Dalam, Jakarta.

--Djenar Abunetti--