angka

di meja kerja yang penuh angka,di bawah terang neon yang mulai redup.

lemari besi berkarat bersender di dinding yg mulai retak,lelah menahan beban lukisan yg kian memucat.

di meja kerja,makna hidup mulai sirna,terhapus angka-angka.

di luar sana warna-warna kian merona,goda kita kumpulkan angka.

entah berapa nol lagi yan kita butuhkan.

di meja kerja,ku garuk kepalaku yang penuh ketombe.kata sang dokter”ketombemu di timbulkan angka-angka di kepalamu”.

angka-angka terus bergerak dari atas meja masuk ke dalam batok kepala.

ketombe di kepalaku kian bertambah subur.

ku cari kalkulator yang tadi di atas meja.”tak ada,kemana dia……?

aku takut kalkulator itu masuk ke rongga dada,menyesakan seperti asma……..

0 comments: