Putri Cluber

Tak ada cerita putri salju di sini seperti dalam buku-buku kumpulan dongeng nusantara yang selalu diawali kata pembuka "Alkisah, atau Syahdan" di sini pun tak ada kisah putri salju sebab sang putri sudah tak dingin lagi tak putih lagi kulitnya, tak baik lagi hatinya dan ia sudah berganti nama menjadi putri cluber yang super hot berkelana dari diskotik satu ke diskotik lain dari bar A ke bar B sampai Z dari kafe Ujung kulon sampai kafe Panarukan, dari karaoke Sabang sampai Merauke dari pria ini ke pria itu mungkin nanti sampai juga di pelukanmu. Putri salju kini tak anggun lagi, langkah dan bicaranya tak luwes lagi, cenderung tinggi. Sejak lulus SMA sang putri dicampakan kekasihnya yang playboy, ia tak gadis lagi dan sempat aborsi setelah playboy cap kapak memilih putri lain yang lebih sexy. Konon kabarnya sang putri akan kembali seperti semula jika ada pria yang menerimanya, mencintainya dengan tulus dan menikahinya di KUA bukan di pos ronda seperti beberapa waktu yang lalu setelah pak hansip memergokinya mojok di bangku taman sebuah komplek yang didiami ketua ormas.

Hari sudah terlalu panas untuk disebut pagi namun matahari juga belum terlalu tinggi untuk disebut siang entah jam berapa juga tak jelas sebab weker sang putri mati dan layak ditukarkan dengan tukang ikan asin keliling ketika sebuah suara memasuki telinganya, "putriiiiiiiiiii bangun udah siaaaang, itu cucian kapan mau dibilaaaasss? baunya udah kayak septictank tuuuuuuhhhh" sambil berkacak pinggang setinggi dada. Sang putri tetap memejamkan matanya tengkurap memeluk guling apeknya menjawab singkat "bentar lagi maaaaaa masih ngantuk"
"rasain nih dasar anak males ngluyur melulu" sambil mendaratkan gayung di kepala sang putri "byuuuuuuuurrrrrr."
"aduh maaaaaa tega banget sama anak sendiri, aku pemalas juga kan turunan mama" sambil keluar kamar dan masuk ke kamar mandi "ngeeeeek cklek" bunyi derit pintu kamar mandi dan terkunci. Setengah jam berlalu tanpa ada suara kegiatan apapun di dalamnya "dok dok dok" pintu digedor "putriiiiiiii...banguuuun kebiasaan ya tidur di closet...." dok dok dok....kembali pintu digedor "aduh maaaaa masih ngantuk tauuuuu..inikan hari minggu maaaaa" dengan malas putri membuka matanya lalu memutar kunci, membuka pintu "jdettt...' jidatnya kena daun pintu dan meringis nahan sakit sementara mamanya meringis nahan pipis. "mama apa-apaan siiiih....'
"salah sendiri...mama mau pipis cepetan keluar" sambil menarik tangan putri lalu menerobos masuk "ngeeeek cklek" pintu kembali terkunci.

*belum tahu ada sambunganya atau tidak.
-----------------------------------------
Galuh Timur

--Djenar Abunetti--
sitidjenar@ovi.com
Sent from my Nokia