menyisakan sandal
dan jejak di ujung gang juga keranda.
Pamflet masih menempel di tiang listrik, pada buramnya ia bercerita tentang kejamnya waktu yang menggilasmu aku dan dia.
Dan masih saja aku belum mengerti untuk siapa aku berdiri di sini, di ujung gang yang makin sepi sedang malam berlari menuju pagi.
Atau kutinggal saja sandalku?
Di rumah, Galuh timur.
--Djenar Abunetti--
Sent using a Sony Ericsson mobile phone

0 comments:
Posting Komentar