Tembakau Ayah

:
Ayah kemarin malam aku mencuri tembakaumu saat Real Madrid bermain seri dan aku kehabisan rokok, ayah aku yakin engkau tak pernah peduli tentang tembakau yang kucuri dan club apa yang kita tonton sore tadi sebelum matamu yang penuh kasih itu terpejam sebab aku hanya yakin engkau mengasihiku.

::
Ayah kemarin siang aku juga mencuri kelapa muda di kebunmu kelapa yang kau tanam waktu kau mengajariku cara menanam, ingatkah ayah waktu aku merengek saat kakiku menginjak rumput berduri di kebunmu dan engkau hanya tertawa, katamu 'jangan menangis engkau laki-laki'.

:::
Ayah malam ini aku sulit tidur bolehkah aku mencuri tembakaumu lagi agar engkau tertawa esok hari dan bertanya 'seperti apa rasanya sepi?'


Di rumah, Galuh timur
--Djenar Abunetti--

Sent using a Sony Ericsson mobile phone

0 comments: