Curhat Hamba

|Setiap saat Ia menariku begitu mesra dan berharap aku mau bercinta denganya namun aku menolaknya dengan marah.
Ia menungguku dengan setia pada malam yang dingin dan berharap aku memeluknya,mencumbunya dalam telanjang namun aku bersembunyi dalam selimut.selalu saja aku merasa mampu hidup tanpamu tanpa belaian kasih sayangmu.Ia tahu betapa ringkihnya aku tapi aku malu mengakuinya.
Tahukah Kau yang di sana? aku malu telanjang di depanmu.aku hanya berharap suatu saat ketika aku bertemu denganmu masih ada senyum untuku,senyum yang mendamaikan.

--Dari HambaMu yang berlumur lumpur dosa


Di rumah, Galuh timur.

--Djenar Abunetti--

Sent using a Sony Ericsson mobile phone

0 comments: