'tuhan..mereka merayumu agar surga di berikan dan neraka di padamkan...dengan lima kali alasan curhat pada waktu yang dua puluh empat tiap kali habis rakaat mereka berkhianat,memotong ayat untuk menyambung hasrat...
'maafkan aku tuhan..yang tak pernah merayumu juga menggodamu..apakah kau rindu pada puisiku?
puisi yang kau ajarkan juga pada desir dan butir pasir...'gerak dan diam itu puisiku' katamu waktu itu.
--Galtim