hujan belum reda ketika baru saja ku dengar kau kan kembali ke jakarta
hujan belum reda ketika ku coba menerobosnya demi tangisan cacing dalam perutku yang tak pernah tahu lelahnya aku.
hujan belum reda ketika kulihat seorang gadis di bawah payung hitam menyeka lehernya yang jenjang penuh bekas kecupan dan tangan yang lainya di penuhi belanjaan.
hujan masih asik berjatuhan menumpahkan kerinduan atau mungkin juga kekesalannya,ketika handphoneku kembali berdering untuk kesekian kalinya.
hujan belum reda ketika ku pesan nasi bungkus dan kembali menerobos deru mesin dan decit ban meninggalkan jejak keterburu-buruan mengejar harga diri yang terlanjur tergadai.
hujan belum reda ketika ku nikmati nasi bungkusku di temani film box office favoritku yang pemeranya selalu mengganggu tidurku.
hujan belum reda ketika asap sebatang jisamsu memenuhi paru-paruku hangatkan tenggorokanku dan juga sepiku.
hujan belum reda ketika ku rebahkan tubuhku pada kasur yang mulai lepek di makan waktu.
kuberharap hujan takan reda seperti ini saat kau ada di sini.